
PEMALANG, Suara-abadi.com – Persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 di Kabupaten Pemalang terus berjalan. Pemerintah Desa Kramat, Kecamatan Pemalang, secara resmi memulai tahapan awal dengan membentuk Panitia dan Pengawas Pilkades yang berlangsung di Pendopo Kantor Desa Kramat, Senin malam (27/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa yang rencananya digelar serentak pada November 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Camat Pemalang Prasetyo Widiatmoko, Kapolsek Pemalang AKP Agus Soleh, S.H., M.H., Kepala Desa Kramat Rahayu, unsur Forkopimcam, BPD, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai unsur masyarakat.
Proses pembentukan panitia dan pengawas berlangsung dengan suasana tertib, penuh kebersamaan, serta semangat untuk menciptakan pelaksanaan Pilkades yang transparan, profesional, dan demokratis.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Kramat Rahayu menyampaikan bahwa pembentukan panitia merupakan tahapan strategis yang akan menentukan keberhasilan pelaksanaan Pilkades ke depan.
“Saya berharap panitia yang telah dibentuk dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan menjunjung tinggi kejujuran. Pilkades bukan hanya tentang memilih pemimpin baru, tetapi juga menjadi momentum memperkuat demokrasi desa serta menjaga persatuan masyarakat. Jangan sampai perbedaan pilihan menyebabkan perpecahan di tengah warga,” ujar Rahayu.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Desa Kramat untuk ikut mengawal setiap tahapan Pilkades agar berjalan sesuai aturan, terbuka, serta menghasilkan pemimpin yang benar-benar mendapat kepercayaan dari masyarakat.
Sementara itu, Camat Pemalang Prasetyo Widiatmoko menegaskan bahwa menjaga netralitas panitia dan pengawas menjadi hal utama dalam pelaksanaan Pilkades.
Menurutnya, panitia memiliki peran penting sebagai pihak yang memastikan seluruh proses berjalan secara adil dan tidak berpihak kepada kepentingan tertentu.
“Panitia Pilkades merupakan wasit dalam demokrasi desa. Oleh karena itu, netralitas adalah harga mati. Apabila ada anggota panitia yang memiliki kedekatan keluarga dengan bakal calon atau sudah menunjukkan keberpihakan, sebaiknya mengundurkan diri demi menjaga kepercayaan masyarakat. Pilkades yang berkualitas hanya dapat terwujud melalui proses yang jujur, adil, transparan, dan sesuai aturan,” tegas Prasetyo.
Camat juga mengingatkan agar seluruh tahapan Pilkades dilaksanakan secara teliti dan berpedoman pada regulasi yang berlaku, mulai dari pembentukan panitia, penyusunan jadwal, proses pencalonan, hingga pelaksanaan pemungutan suara.
Prasetyo berharap pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan dapat terus memperkuat koordinasi dan menjaga situasi keamanan agar seluruh rangkaian Pilkades berjalan aman dan kondusif.
“Pilkades merupakan pesta demokrasi masyarakat desa. Siapa pun yang nantinya terpilih harus dihormati bersama karena merupakan pilihan masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga persatuan, menghindari segala bentuk provokasi, dan menyukseskan Pilkades dengan semangat kebersamaan agar menghasilkan pemimpin yang amanah serta mampu membawa kemajuan bagi Desa Kramat,” pungkasnya.
Dengan dimulainya pembentukan Panitia dan Pengawas Pilkades Desa Kramat, rangkaian tahapan Pilkades Serentak 2026 di Kecamatan Pemalang secara resmi mulai berjalan. Pemerintah Kecamatan bersama Forkopimcam berharap seluruh proses dapat berlangsung aman, damai, demokratis, serta menjadi contoh pelaksanaan Pilkades yang berintegritas di Kabupaten Pemalang.
