PEMALANG,Suara-Abadi.com -Pengurus Cabang Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (PC SAPMA) Pemuda Pancasila Kabupaten Pemalang menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus aksi protes keras atas insiden perundungan (bullying) yang merenggut nyawa Muhamad Hasbi Al Aqib, siswa kelas 2 SDN 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang.
Ketua PC SAPMA Kabupaten Pemalang, Widiyana Aji Setiantoko, S.Pd, menegaskan bahwa kasus perundungan di lingkungan sekolah tidak bisa lagi dipandang sebagai sekadar kenakalan anak-anak biasa, terlebih ketika sudah memakan korban jiwa.
”Kami menyuarakan dukacita yang mendalam kepada keluarga almarhum Muhamad Hasbi Al Aqib. Kejadian ini adalah tamparan keras bagi dunia pendidikan di Kabupaten Pemalang. SAPMA Pemuda Pancasila menegaskan tidak ada ruang toleransi sedikit pun untuk aksi perundungan di lembaga pendidikan mana pun,” ujar Widiyana Aji Setiantoko dalam pernyataan resminya.(4/10/26).
Dalam pernyataan sikap tersebut, PC SAPMA Kabupaten Pemalang menyampaikan empat poin tuntutan utama:
1. Usut Tuntas dan Transparan: Menolak segala bentuk penyelesaian informal yang mengabaikan keadilan bagi korban dan mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kronologi serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tragedi ini.
2. Evaluasi Total Pihak Sekolah: Menuntut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepala sekolah dan staf pengajar SDN 01 Kebondalem atas dugaan kelalaian pengawasan di lingkungan sekolah.
3. Jaminan Perlindungan Hukum dan Psikologis: Mengawal keluarga korban agar mendapatkan keadilan hukum, perlindungan, serta pendampingan psikologis yang memadai.
4. Implementasi Nyata Sekolah Ramah Anak: Mendorong pemerintah daerah membentuk tim pengawas independen guna memastikan program pencegahan kekerasan di sekolah berjalan efektif, bukan sekadar formalitas di atas kertas.
Widiyana Aji menegaskan bahwa SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Pemalang akan mengawal dan mendampingi kasus ini hingga tuntas guna memastikan keadilan bagi almarhum serta mencegah tragedi serupa terulang kembali di Pemalang.












